Sahabat
Versi Inggris
Pencarian
Categories
Recent Posts
-
Rak Bukuku
1 CommentKemarin malam, penghuni rumahku bertambah. Karena aku baru saja membeli dua buah rak buku. Kedua rak buku itu mempunyai warna yang sama yakni merah dan biru.
Rak buku itu ditempatkan di ruangan tengah. Sebenarnya, aku belum menemukan tempat yang pas untuk menyimpan keduanya. Untuk sementara, rak buku itu ditaruh di belakang sebuah lemari.
Aku sengaja membeli dua rak buku itu. Di rumah, aku punya beberapa buku. Tadinya kukira buku koleksiku cukup banyak. Tapi ternyata, satu rak buku saja sudah bisa menampung buku yang kupunya. Bahkan itupun masih tersisa sedikit ruang.
Rak buku yang baru saja kubeli tingginya sekitar 80 centimeter. Kemudian panjang dan lebarnya kurang lebih 60 centimeter.
Agar tak kesepian, langsung kususun buku milikku di dalam rak. Di satu rak, aku menaruh buku trilogi Senja Jatuh di Pajajaran. Mungkin saja nantinya rak bukuku bisa tahu cerita seorang ksatria bernama Ginggi yang dua kali menggagalkan penyerbuan ke Pakuan saat menjadi pusat kerajaan Pajajaran.
Kemudian ada juga buku yang ditulis Sumohadi Marsis yang bertutur tentang pengalamannya saat menjadi wartawan olah raga. Ia telah melanglang buana ke berbagai negara untuk meliput berbagai even olah raga.
Atau, rak bukuku bisa tahu kisah putri Kerajaan Sunda bernama Dyah Pitaloka yang memilih untuk bunuh diri membela harga diri negaranya ketimbang menyerah di tangah Gajah Mada dalam buku Dyah Pitaloka, Senja di Langit Pajajaran. Lalu kisah adiknya Dyah Pitaloka, Anggalarang yang mencoba mencari Gajah Mada karena ingin membalas dendam kematian kakaknya dalam buku Niskala. Kedua buku itu karya Hermawan Aksan.
Lalu bisa juga membaca tentang kehidupan mantan Kapolri Jenderal Hoegeng. Jenderal polisi yang fenomenal. Yang prilakunya membuat orang terkagum-kagum karena mampu berbuat tegas dan bisa menjauhkan diri dari praktek korupsi. Hingga mantan Presiden RI Gus Dur berkata, di Indonesia ada tiga polisi yang jujur. Polisi jujur versi Gusdur adalah patung polisi, polisi tidur dan Hoegeng.
Atau, jika ingin tahu sedikit cerita tentang Gerakan 30 September, bisa membaca buku Saksi dan Pelaku Gestapu.
Kalau tak ingin membaca cerita yang berat-berat, buku Gigo-gigo karya Yusran Pare bisa jadi pilihan. Isinya tentang catatan ringan fenomena yang ada di sekitar kita. Seperti kata Gigo yang dipilih menjadi judul buku. Kata gigo menurut satu tulisan di buku itu diambil dari kata gigolo.
Ah sebaiknya nanti kuceritakan satu per satu penghuni rak bukuku.Jauhi perang dekati lawan jenis..
Published on October 29, 2010 · Filed under: Cerita-ceritaan nos;
One Response to “Rak Bukuku”
-
ucu maniz said on October 30th, 2010 at 6:57 am
Penghuni rak bukumu dapat sempurna berada di tempatnya. Karna aku yang menyusun potongan2 papan berbentuk segiempat itu, menjadi dua buah rak buku cantik. Secantik yang merangkainya,…:p




Recent Comments