Sahabat
Versi Inggris
Pencarian
Categories
Recent Posts
-
Tempat Indah itu Bernama Talegong
No CommentsTalegong. Mendengar nama tempat itu, tak pernah terbayang suatu saat aku akan menjejakan kaki di sana mengingat jauhnya jarak yang harus ditempuh. Tapi hidup membawaku sampai ke Talegong. Ah, mengapa tempat seindah Talegong harus kukunjungi ketika terjadi bencana.
Talegong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Garut. Jarak kecamatan dari ibu kota kabupaten sangat jauh. Kira-kira 150 kilometer. Jika melewati Garut selatan, waktu yang harus ditempuh sekitar enam jam. Itu pun jika perjalanan dilakukan non-stop tanpa istirahat. Perjalanan akan melalui Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, Cikajang, Pakenjeng, Bungbulang, Caringin dan Cisewu.
Waktu tempuh lebih pendek justru bisa ditempuh jika melalui Pangalengan Kabupaten Bandung. Dalam waktu empat atau lima jam, Talegong bisa dituju. Wajar jika warga Talegong merasa lebih baik pergi ke Soreang yang merupakan ibu kota Kabupaten Bandung daripada harus ke Garut Kota. Dan ketika Kabupaten Garut Selatan disahkan, warga Talegong memilih hijrah ke Kabupaten Garut Selatan.
Perjalanan ke Talegong memang tak diduga. Suatu malam informasi masuk terjadi longsor di Talegong. Sepasang suami istri terkubur longsoran tanah. Selepas tengah malam, saya dan tiga orang teman berangkat menuju Talegong. Sebuah mobil Taft menyusuri jalanan berkelok selepas Cikajang menuju Pakenjeng. Bulan purnama terus mengikuti laju mobil hampir sepanjang perjalanan.
Jalanan yang tak selalu mulus, membuat laju kendaraan tak bisa selalu kencang. Apalagi setelah masuk ke daerah Cisewu. Di beberapa bagian, longsoran tanah menutupi sebagian badan jalan. Mobil pun harus berjalan pelan. Sekitar pukul 07.00 akhirnya kami tiba di Talegong.
Tapi lokasi bencana jauh berada di pedalaman. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke sana. Jika di jalan utama jalan sudah sepenuhnya diaspal, tidak demikian ketika akan menuju lokasi bencana. Mobil berguncang-guncang karena jalanan yang berbatu. Hiburan bagi kami adalah pemandangan alam yang sangat indah. Hamparan sawah yang bertrap-trap, aliran sungai yang jernih dan batu-batu alam berukuran besar sedikit mengobati rasa lelah karena perjalanan panjang. Seorang teman bahkan berujar, pemandangan di sini mirip di Bali.
Lokasi bencana berada di sebuah lembah. Tebing yang tak kuat menahan gerusan air akhirnya ambrol. Beberapa rumah yang ada di bawahnya terseret dan terkubur. Sebenarnya kawasan lembah tak layak untuk dihuni. Tapi 70 persen kawasan di Talegong adalah bukit-bukit dan lembah. Sehingga warga pun tak punya pilihan. Siang itu kami menjadi saksi ditemukannya dua korban tewas karena terkubur longsoran tanah.
Selepas tengah hari, kami memutuskan pulang. Namun kami tak melewati jalur selatan Garut. Kami mencoba jalan ke Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hujan gerimis dan kabut tipis menemani perjalanan kami hingga akhirnya melewati Situ Cileunca.
Talegong. Mendengar namanya terbayang sebuah tempat yang indah berbukit-bukit dan berlembah. Ah, mengapa tempat seindah itu harus kukunjungi ketika terjadi bencana.
Published on May 3, 2011 · Filed under: Warta Kita;





Recent Comments