Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/opik/public_html/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/opik/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/opik/public_html/wp-includes/theme.php on line 507
2006 December archive | Nosferatu In My Mind

Nosferatu In My Mind

kamis (15/6) malam

malam dingin? aku tahu
bulan sendiri
begitu juga aku…
ah,, tidak..
malam ini aku terdampar
di sebuah kotak putih
yg melaju kencang menyusuri jalanan kota ini
mencari apakah?
ak tak tahu
hanya saja tubuh ini tiba2 berada di tempat lain
memasuki ruangan yg bising
mata perih.. asap begitu jelas terlihat..

i entered nothing and nothing entered me
till you come with the key
and you […]

top

selasa (23/5) dinihari
bulan sabit menggantung di langit timur dan menjadi teman….
ahmad yani sepi
aku tak tau apa yang kulakukan di sini…
hanya melihat bulan dan berharap
adakah seseorang yang kurindukan melakukan hal yang sama
termenung sambil melihat bulan yang menggantung di langit timur
bukankah kita berada di bawah langit yang sama?
seorang wanita mengirimkan pesan singkat. dan mengatakan kamu terlalu menyianyiakan […]

top

rabu  malam
aku punya kebiasaan baru sekarang.. ketika malam baru menjelang, ak selalu menyempatkan diri meminum segelas susu di sebuah kios kecil di jalan ahmad yani… sambil mencoba menikmati sejuknya suasana malam garut, meski beberapa malam terakhir, bulan dan bintang tak hadir menghiasi malam…
suatu ketika, tanpa sengaja saat menikmati segelas susu dan dinginnya malam, mata ini […]

top

1
akhirnya kutuliskan juga semua pengalamanku saat senja. hanya untuk mengenang apa saja yg kualami ketika tiba-tiba saja langit berubah warna. yg asalnya putih dan biru lalu menjadi kuning, dan berganti hitam..
kenapa selalu saja senja yg begitu indah harus diganggu oleh deru mesin kendaraan tak henti2 meraung. belum lagi asap knalpot yang membuat mata ini perih..
[…]

top

kamis (16/2)
“lebih baik aku dikucilkan, daripada menyerah pada kemunafikan.”
untuk soe hoek gie, semoga ia tenang dalam kuburnya. akan kupegang teguh prinsipnya….
aku menyerah, aku menyerah..
hujan yang turun di senja ini jadi saksi… seorang pria menyerah pada kenyataan.. pada permainan hidup yg tidak bisa diikutinya..
sebegitu lincahnya hidup bergerak, dari satu adegan ke adegan lain.. kini hidupku memasuki […]

top

Rabu (15/2)
handphoneku tak jua berdering… padahal selalu kurindukan dering hp saat ada pesan masuk.. atau seseorang yg hanya misscall.. kini semuanya hilang.. begitu saja… tanpa bisa kumengerti…

seseorang pernah mengirimku pesan dan bertanya “ujan kayak gini enaknya ngapain ya?”.. hujan di senja hari… ah, masa lalu…

kuabaikan pertanyaan itu..tapi bila diizinkan, aku akan menjawabnya sekarang.. bila hujan […]

top

….begitulah hidup, tak pernah ad yg benar-benar terpegang. semuanya berlalu seperti angin, dan kadang kita pun ikut menjadi angin. hingga sia2 jika kita berusaha menangkap masa lalu. begitulah hidup, kita bergerak dari satu kehilangan ke kehilangan yg lain. dari satu ketidakpastian, ke ketidakpastian yg lain…
entah skenario hidup macam apa yg tengah kujalani.. hari ini tanpa […]

top

Confiteor Deo omnipotenti vobis fratres, quia peccavi nimis cogitatione, verbo, opere et omissione, mea culpa, mea culpa, mea maxima culpa
“I confess to almighty God, and to you my brothers, that I have sinned exceedingly in thought, word, act and omission, through my fault, through my fault, through my most grievous fault (pet shop boys, […]

top

terusan dari cerita buat seseorang
Sabtu (4/2).
aku bangun karena sebuah pesan singkat masuk. temanku yg sudah ad di sekitar alun2 mengirimku pesan.. mau tak mau ak membuka mata,dan membaca pesan itu..

namun kata yg pertama muncul d benakku adalah, “bolehkah ak memikirkan dan meridunkan mu d setiap waktu, setiap ak menghela nafas?” andai saja….

setelah itu, ak hanya mengambil sebatang rokok. kubakar ujungnya dan bergegas […]

top

rabu (2/2) siang. aku kembali terdampar di kota ini. kota yg telah kuakrabi sejak 5 bulan lalu. Matahari menyengat… uogh.. sesampainya d simpang lima, aku menepikan motor. kucari koran TJ, tempat aku bekerja sejak awal tahun lalu… tapi ternyata d kios koran itu TJ sudah habis…
Kurogoh saku celana ku. ku ambil hp, lalu kutelpon seseorang.. […]

top