Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/opik/public_html/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/opik/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/opik/public_html/wp-includes/theme.php on line 507
Bogor oh Bogor | Nosferatu In My Mind

Nosferatu In My Mind

Bogor oh Bogor.. Mungkin aku harus berterimakasih kepada seseorang yang menugaskanku ke sana. Karena di tengah cuaca panas dan hujan yang kerap turun, aku mengetahui satu hal. Jika di kota tempatku beraktivitas, ada seseorang yang merindukanku. Meski kadang aku merasa, rindunya kepadaku tak sebesar rinduku kepadanya.
Ini bermula ketika Minggu (21/12) malam aku mendapat telepon. Seorang atasanku menghubungi dan menugaskan aku ke Bogor. Padahal, liputan yang harus aku lakoni tak ada hubungannya dengan tugas liputan sehari-hari. “Itung-itung refreshing,” ujarnya memberi alasan.
Keesokan harinya, jam 9 pagi aku sudah berada di pintu tol buahbatu. Menunggu mobil jazz yang akan membawaku ke Bogor. Satu jam kemudian, aku sudah di jalan tol menuju kota hujan.

Tapi, seperti ada yang berongga di hati saat Bandung aku tinggalkan. Tiba-tiba saja aku merasa seperti itu. Iseng aku mengirim sms kepada seorang perempuan. Isinya kira-kira aku tak bisa bekerja bersamanya karena aku harus ke Bogor. Ia lalu membalas, berapa lama aku di sana. “Ga tau. Tergantung kantor sama sebetahnya. Eh, aku ga punya hutangkan?” balasku. Sejujurnya, aku bertugas di Bogor hanya tiga hari.
Tanpa kuduga ia mengirim pesan, “Punya. Katanya mau naek pohon buat nyatain.” Aku yang lumayan sering berkirim pesan singkat dengannya, menangkap ada sesuatu yang beda. Apakah dia merasa kehilangan?
Sebelumnya aku memang pernah mengatakan akan naik pohon untuk menyatakan. Hal yang sekarang aku sesali, karena aku tak bisa naik pohon meski sebenarnya aku menyukai perempuan itu.

Bogor oh Bogor. Kota itu kerap diguyur hujan saat aku di sana. Meski demikian, cuaca panas begitu terasa. Saat itu lah aku semakin sering berkirim pesan singkat dengannya. Saat itu pula aku mengetahui jika sebenarnya aku merindukanya. Seketika aku ingin segera pulang. Menemui seorang perempuan yang tanpa kusadari ternyata aku menyukainya.

Sesampainya di Bandung kami jadi sering bertemu. Bukan hanya saat bekerja. Tapi kami kerap mencuri-curi waktu untuk bertemu ketika semua pekerjaan telah selesai. Sebuah tempat makan seafood di kaki lima Cikapundung menjadi tempat pertama kami bertemu sepulang aku dari Bogor.
Saat itu lebih dari satu pekan kami tak bertemu. “Udah lama ya kita tidak ketemu. Emang ga kangen gitu sama aku?” tanyanya sambil tersenyum. Ketika itu, aku tak menjawab pertanyaannya secara gamblang. Meski sebenarnya aku merindukannya.
Pernah juga dia sedikit komplain, “Coba waktu itu kamu jujur. Ke Bogor cuma tiga hari. Mungkin ga akan seperti ini. Kenapa sih bisa kayak gini?” tuturnya. “Aku juga ga tau,” timpalku sambil tersenyum.
Tempat makan di Burangrang, Cilaki, sekitar Cikapundung serta sebuah tempat ngopi menjadi tempat pertemuan kami yang terkesan sembunyi-sembunyi. Uniknya, kita memang masih belum mau terang-terangan kepada orang lain. Aku kenal beberapa teman kantornya, dia juga kenal beberapa teman kantorku. Tapi sepertinya kami masih takut ada orang lain yang tahu.

Bogor oh Bogor. Di kota itu aku mengetahui jika ada seorang perempuan yang merindukanku. Meski tak pernah ada kata ikrar terucap, tapi kami sama-sama tahu bahwa kami memiliki rasa. Dan untuk saat ini kami tak ingin ada orang yang tahu bahwa ada kisah di antara kami.


This entry was posted on Saturday, January 24th, 2009 at 4:37 pm and is filed under Cerita-ceritaan nos. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
6 Comments so far

  1. sarengbudi on March 29, 2009 1:58 pm

    hehehehhe………………

  2. tommy on April 3, 2009 11:12 am

    Sukses lah Kang

  3. barronkiller on April 3, 2009 11:16 am

    kentel keneh lah gaya jurnalistikna mah “Ini bermula ketika Minggu (21/12) malam aku mendapat telepon”
    mung teu aya inisial “TI (27)”
    hehehe ;))
    LAKI RABI moal?

  4. nos on April 4, 2009 2:05 pm

    mun make inisial TI engke kapanggih joel.hehe..
    nuhun tom doana.
    wah budi seuri euuy.. jadi teu kudu ngenalkeun guru nya bud? hehe..

  5. sarengbudi on April 4, 2009 6:55 pm

    huuh padahal nanyakeun wae,..lah di bandung mah banyak perkembangan, sok atuh di antos meh moal merongga mun ngadangu “kapan Nikah ? ” orang mana ? iraha ? …wakakakakak

  6. nos on April 18, 2009 1:09 pm

    saha bud nu sok nanyakeun? panasaran yeuh.hehe..

Name (required)

Email (required)

Website

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Feel free to leave a comment

top