Nosferatu In My Mind
Persib, Book, Story and Everything
Sahabat
Versi Inggris
Pencarian
Categories
Recent Posts
-
6 Comments
Bogor oh Bogor.. Mungkin aku harus berterimakasih kepada seseorang yang menugaskanku ke sana. Karena di tengah cuaca panas dan hujan yang kerap turun, aku mengetahui satu hal. Jika di kota tempatku beraktivitas, ada seseorang yang merindukanku. Meski kadang aku merasa, rindunya kepadaku tak sebesar rinduku kepadanya.
Ini bermula ketika Minggu (21/12) malam aku mendapat telepon. Seorang atasanku menghubungi dan menugaskan aku ke Bogor. Padahal, liputan yang harus aku lakoni tak ada hubungannya dengan tugas liputan sehari-hari. “Itung-itung refreshing,” ujarnya memberi alasan.
Keesokan harinya, jam 9 pagi aku sudah berada di pintu tol buahbatu. Menunggu mobil jazz yang akan membawaku ke Bogor. Satu jam kemudian, aku sudah di jalan tol menuju kota hujan.Tapi, seperti ada yang berongga di hati saat Bandung aku tinggalkan. Tiba-tiba saja aku merasa seperti itu. Iseng aku mengirim sms kepada seorang perempuan. Isinya kira-kira aku tak bisa bekerja bersamanya karena aku harus ke Bogor. Ia lalu membalas, berapa lama aku di sana. “Ga tau. Tergantung kantor sama sebetahnya. Eh, aku ga punya hutangkan?” balasku. Sejujurnya, aku bertugas di Bogor hanya tiga hari.
Tanpa kuduga ia mengirim pesan, “Punya. Katanya mau naek pohon buat nyatain.” Aku yang lumayan sering berkirim pesan singkat dengannya, menangkap ada sesuatu yang beda. Apakah dia merasa kehilangan?
Sebelumnya aku memang pernah mengatakan akan naik pohon untuk menyatakan. Hal yang sekarang aku sesali, karena aku tak bisa naik pohon meski sebenarnya aku menyukai perempuan itu. Read the rest of this entry » -
4 Comments
Saat malam pergantian tahun, seorang teman membelikanku sebungkus rokok yang tempatnya terbuat dari kuningan dan berbentuk kotak. Isinya bisa memuat 20 batang rokok yang biasa aku beli. Namun sayang, belum genap satu minggu, kotak rokok baru itu hilang.
Itu kusadari saat aku meninggalkan rumah sakit. Aku mengunjungi rumah sakit karena mendengar ada orang yang menjadi korban perampokan. Tapi ternyata kabar itu bohong. Karena terburu-buru, aku pergi tanpa mengingat-ingat apakah ada barang yang tertinggal. Belum lima menit berada di atas motor, aku sadar ada yang hilang. Kuraba kantong sebelah kanan jaket. Dan benar saja kotak rokok itu tertinggal.
Aku menduganya tertinggal di tembok dekat kursi panjang di dekat ruangan pemulasaran. Setiba di tujuan, bergegas aku menelpon seseorang yang masih berada di rumah sakit. “Tolong ambilin kotak rokokku ya,” pintaku. Dan suara seorang wanita di ujung telepon mengiyakannya.
Sebenarnya aku ingin mengambil kotak rokok itu, malam itu juga. Namun karena sesuatu hal, aku mengambilnya keesokan harinya. “Engga gratis ya. Kamu harus nraktir,” ujarnya. Karena aku tak mau kehilangan kotak rokokku yang baru, aku pun menyanggupinya. Read the rest of this entry » -
6 Comments
Sengaja aku mengarang-ngarang cerita ini untuk memberikan satu klarifikasi. Karena tanpa sengaja, aku telah bercerita tentang seseorang yang memanggilku ayank tanpa aku pernah tahu secara utuh siapa perempuan itu. Dan ceritaku itu, membuat seorang perempuan yang menganggapku teman dekat mengaku skeptis terhadap laki-laki.
Cerita ini bermula saat aku makan malam dengan teman dekatku itu. Sambil mengunyah makanan yang dipesan, tiba-tiba ia bertanya. “Mau mampir ke mana lagi setelah dari sini? Sebenarnya ia sering bertanya demikian. Dan seperti biasa aku kerap mengarang-ngarang cerita dan sedikit berimajinasi liar.
Sepertinya kali ini temanku itu percaya (atau jangan-jangan hanya pura-pura percaya). “Emang janjian sama siapa? Sama pacar ya?” cerocos perempuan itu. Seketika sikapnya itu mengingatkan aku pada keluarga yang kadang bersemangat ketika menanyakan siapa perempuan yang menjadi pacarku.
“Kamu nanya kayak ke narasumber saja,” kataku berseloroh. Tapi selorohanku itu tak membuatnya berhenti bertanya. “Emang janjiannya di mana?” Begitu tahu aku janjian di Dalem Kaum, bibirnya mencibir, tapi kemudian dia tertawa renyah. Aku hanya bisa memandang matanya yang indah.Iseng aku mengeluarkan telepon genggam dan menunjukan beberapa pesan singkat dari seseorang (perempuan). Ia membacanya sejenak lalu menyerahkannya kembali padaku. “Janda ya? Punya anak berapa? Sudah berkomitmen belum?” tanyanya lagi. Kali ini aku agak gelagapan. Namun kucoba untuk menyembunyikannya dan bersikap biasa.
Lalu aku mengingat tentang perempuan yang dalam pesan singkatnya ini memanggilku ayank. Aku mengenalnya di sebuah tempat hiburan. Ketika itu aku diajak teman ke sebuah tempat karaoke. Ia menemaniku dan kami pun berkenalan. Sebenarnya tidak ada momen yang istimewa. Hanya saja ia meminta nomor teleponku yang entah mengapa kuberikan begitu saja.
Sejak saat itu ia kerap mengirim pesan singkat dan (mungkin) menganggapku sebagai kekasih. Hingga ia pun memanggilku ayank. Sampai akhirnya perempuan yang menjadi teman dekatku itu membaca sms yang ada di ponselku dan bertanya macam-macam.Hanya saja, sekitar tengah malam, aku dan perempuan teman dekatku ini saling mengirim pesan singkat. Kepadaku ia mengaku tak enak hati. Bahkan, ia sempat mengirim pesan singkat seperti ini, “Denger cerita kamu tadi, bikin aku skeptis sama cowo. Kamu ngerti kan? Ini serius..” Aku kemudian membela kaumku, aku bilang tak semua laki-laki seperti itu. Karena kuyakin ada laki-laki yang baik di luar sana. Apakah itu termasuk aku?
Namun ia kembali membalas, “Aku ga menilai itu buruk atau jelek. Karena itu satu pilihan dan orang yang menjalani pasti siap dengan konsekuensinya. Mungkin ga semua cowo begitu. Tapi selama ini hidup berkonspirasi menghadapkanku pada cowo2 seperti itu.” Membacanya aku tertegun. Separah itukah penilaian temanku terhadap laki-laki. Kenapa? Tapi aku tak mau bertanya lebih jauh. Ia kemudian pamit tidur. Sebelum memejamkan mata, aku sempat mengirimnya sms, “Mudah-mudahan mimpi tak ikut berkonspirasi dan mempertemukanmu dengan ‘cowo2 seperti itu’.”*terima kasih untuk def leppard, lobow, spice girl, the offspring yang telah bernyanyi saat aku menulis dan mengarang-ngarang cerita ini.




Recent Comments