Nosferatu In My Mind
Persib, Book, Story and Everything
Sahabat
Versi Inggris
Pencarian
Categories
Recent Posts
-
No Comments
Di hari ulang tahunnya, Manajer Persib Bandung H Umuh Muchtar kebanjiran ucapan selamat dari keluarga dan kerabatnya. Tak ketinggalan, para pemain Maung Bandung pun mengucapkan selamat hari jadi kepada sang manajer.
Dalam sebuah perayaan di Hotel Hilton Kamis malam, datang beberapa pemain Persib. Mereka yang nampak datang di antaranya Eka Ramdani, Cecep Supriatna, Wildansyah, Hariono, Siswanto, Dias Angga Putra, Airlangga Sutjipto, Muhammad Agung Pribadi dan Hilton Moreira. Tak semua pemain bisa datang karena tengah berlibur di luar Bandung.
Penyerang asal Brasil Hilton mendoakan agar Umuh diberi umur panjang. “Mudah-mudahan bisa sampai 100 tahun,” ucap pemain bernomor punggung sepuluh ini.
Ucapan hampir sama juga dilontarkan oleh Airlangga. Pemain yang akrab dipanggil Ronngo ini berharap agar Umuh dikaruniai umur panjang. “Semoga juga terus diberi limpahan rejeki dan sukses,” tutur penyerang yang sudah mempersembahkan lima gol ini. Ia juga berdoa langkah Umuh bersama Persib di usianya yang ke 63 diberi kemudahan dan kesuksesan.
Bek kiri Maung Bandung Isnan Ali berharap sang manajer terus diberikan kesehatan. “Selamat ulang tahun. Mudah-mudahan sehat selalu dan mendapat lindungan Allah,” tutur mantan pemain Sriwijaya FC.
Ia juga berdoa agar sang manajer bisa mendapatkan hal yang terbaik di usianya yang ke 63. “Pokoknya yang terbaik buat Pak Umuh,” ucap pemain bernomor punggung 25 ini. -
No Comments
Talegong. Mendengar nama tempat itu, tak pernah terbayang suatu saat aku akan menjejakan kaki di sana mengingat jauhnya jarak yang harus ditempuh. Tapi hidup membawaku sampai ke Talegong. Ah, mengapa tempat seindah Talegong harus kukunjungi ketika terjadi bencana.
Talegong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Garut. Jarak kecamatan dari ibu kota kabupaten sangat jauh. Kira-kira 150 kilometer. Jika melewati Garut selatan, waktu yang harus ditempuh sekitar enam jam. Itu pun jika perjalanan dilakukan non-stop tanpa istirahat. Perjalanan akan melalui Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, Cikajang, Pakenjeng, Bungbulang, Caringin dan Cisewu.
Waktu tempuh lebih pendek justru bisa ditempuh jika melalui Pangalengan Kabupaten Bandung. Dalam waktu empat atau lima jam, Talegong bisa dituju. Wajar jika warga Talegong merasa lebih baik pergi ke Soreang yang merupakan ibu kota Kabupaten Bandung daripada harus ke Garut Kota. Dan ketika Kabupaten Garut Selatan disahkan, warga Talegong memilih hijrah ke Kabupaten Garut Selatan.
Perjalanan ke Talegong memang tak diduga. Suatu malam informasi masuk terjadi longsor di Talegong. Sepasang suami istri terkubur longsoran tanah. Selepas tengah malam, saya dan tiga orang teman berangkat menuju Talegong. Sebuah mobil Taft menyusuri jalanan berkelok selepas Cikajang menuju Pakenjeng. Bulan purnama terus mengikuti laju mobil hampir sepanjang perjalanan.
Jalanan yang tak selalu mulus, membuat laju kendaraan tak bisa selalu kencang. Apalagi setelah masuk ke daerah Cisewu. Di beberapa bagian, longsoran tanah menutupi sebagian badan jalan. Mobil pun harus berjalan pelan. Sekitar pukul 07.00 akhirnya kami tiba di Talegong.
Tapi lokasi bencana jauh berada di pedalaman. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke sana. Jika di jalan utama jalan sudah sepenuhnya diaspal, tidak demikian ketika akan menuju lokasi bencana. Mobil berguncang-guncang karena jalanan yang berbatu. Hiburan bagi kami adalah pemandangan alam yang sangat indah. Hamparan sawah yang bertrap-trap, aliran sungai yang jernih dan batu-batu alam berukuran besar sedikit mengobati rasa lelah karena perjalanan panjang. Seorang teman bahkan berujar, pemandangan di sini mirip di Bali.
Lokasi bencana berada di sebuah lembah. Tebing yang tak kuat menahan gerusan air akhirnya ambrol. Beberapa rumah yang ada di bawahnya terseret dan terkubur. Sebenarnya kawasan lembah tak layak untuk dihuni. Tapi 70 persen kawasan di Talegong adalah bukit-bukit dan lembah. Sehingga warga pun tak punya pilihan. Siang itu kami menjadi saksi ditemukannya dua korban tewas karena terkubur longsoran tanah.
Selepas tengah hari, kami memutuskan pulang. Namun kami tak melewati jalur selatan Garut. Kami mencoba jalan ke Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hujan gerimis dan kabut tipis menemani perjalanan kami hingga akhirnya melewati Situ Cileunca.
Talegong. Mendengar namanya terbayang sebuah tempat yang indah berbukit-bukit dan berlembah. Ah, mengapa tempat seindah itu harus kukunjungi ketika terjadi bencana.
-
No Comments
Cilauteureun. Dari kawasan tersebut kadang terdengar suara menggelegar yang memekakkan telinga. Suaranya mengalahkan deru ombak yang menghampiri Pantai Santolo. Sesaat kemudian benda lonjong terbang ke angkasa. Meninggalkan asap putih yang membentuk garis di langit.
Secara harfiah, Cilauteureun artinya air laut yang berhenti. Tempat ini berada di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Letaknya sekitar 100 kilometer dari Garut kota. Di tempat ini, selain ada pantai dan juga Pulau Santolo, terdapat juga sebuah instalasi penting milik pemerintah. Yakni stasiun peluncuran roket (starspro) milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Karena letaknya berada di Cilauteureun, maka diberi nama Starspro Cilauteureun.
Setelah LAPAN membuat roket, biasanya mereka akan menggelar uji coba di Cilautereun. Saat uji coba, dibuat aturan khusus di kawasan Cikelet dan Pameungpeuk. Ratusan nelayan di pantai selatan Garut terutama di Cibalong, Pameungpeuk dan Cikelet dilarang melaut seharian. Perahu-perahu nelayan hanya disandarkan di dermaga. Tak hanya itu, seluruh penginapan di kawasan Santolo, Sayangheulang dan Pameungpeuk dibooking oleh pihak LAPAN. Wajar jika nelayan dilarang melaut. Ini karena roket diarahkan ke laut. LAPAN tak mau material roket jatuh dan menimpa nelayan.
Waktu peluncuran pun dimulai. Roket-roket yang akan diujicoba diperlihatkan. Satu per satu roket ditempatkan di peluncur atau launcher. Sebelum diluncurkan, dilakukan hitungan mundur dari angka 10. Saat angka satu disebut, tak lama kemudian suara menggelegar yang memekakkan telinga terdengar. Kerasnya suara yang muncul membuat tenggorokan seperti tercekat. Percikan api dan asap putih muncul di ekor roket. Dan wusss, roket pun mengangkasa membelah langit hingga tak terlihat.
Indonesia memang sudah bisa membuat roket. Namun roket-roket made in LAPAN masih difokuskan untuk penelitian dan pemantau cuaca. Baru belakangan ini mereka mengembangkan roket untuk persenjataan dan militer. Daya jangkau roket LAPAN pun masih terbatas. Hingga sekitar empat tahun lalu, rata-rata daya jelajah roket buatan Indonesia sekitar 60 kilometer.
Di Cilautereun, kadang-kadang terdengar suara menggelegar yang memekakkan telinga. Kemudian sebuah benda lonjong terbang ke angkasa meninggalkan asap putih di belakangnya.







Recent Comments